Selasa, 17 Oktober 2017

[Resensi] Bintang - Tere Liye

Sumber : Goodreads
Judul : Bintang
Penulis :
Tere Liye
Penerbit :
Gramedia 
Kota Terbit :
Jakarta
Tahun Terbit :
2017
Harga :
Rp. 79.000 

Sinopsis Buku:
Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.

Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.

Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…

***

Biasanya, sebelum buku Tere Liye launching, banyak toko buku yang membuka pre-order. Tapi, untuk buku yang satu ini, entah aku yang ketinggalan info, atau memang tidak ada, tiba-tiba buku ini sudah tersebar di toko buku. Dan saat mengetahuinya, aku pun tak bisa beli online karena bertepatan dengan libur Idul Fitri dimana hampir semua toko buku online sudah close order. Aku pun bersabar hingga lebaran usai dan pada akhirnya memutuskan untuk beli offline di Gramedia Yogyakarta. Dan ternyata, memang tidak pernah ada kata kecewa saat membaca buku-buku karangan Tere Liye.
***

Buku BINTANG ini merupakan buku keempat dari serial BUMI. Dalam buku ini kembali menceritakan petualangan Raib dan kedua sahabatnya, Seli dan Ali. Diceritakan sebelumnya bahwa mereka bertiga telah kembali dari Klan Bintang dengan membawa pesan penting, dimana Sekretaris Dewan Kota Klan Bintang akan menghancurkan klan permukaan dengan cara meruntuhkan pasak bumi. Klan Bulan dan Klan Matahari pun mencari cara untuk menggagalkan rencana tersebut. Mereka memutuskan untuk mencari pasak bumi yang dimaksud Sekretaris Dewan Kota untuk segera mensegelnya. Selanjutnya, dibentuklah tim gabungan antara Klan Bulan dengan Klan Matahari. Tentu saja, Raib, Seli, dan Ali ikut dalam misi penting tersebut, dengan didampingi oleh Miss Selena, guru Matematika mereka.
Petualangan dimulai. Berkat kemampuan Ali dengan segala analisisnya, dari ribuan pasak bumi yang ada, ia berhasil menemukan 6 titik pasak bumi yang paling berpotensial bisa menghancurkan klan permukaan.
Bagaimana kisah petualangan mereka selanjutnya? Apakah mereka berhasil?
***

Kebanyakan orang mengira bahwa Bintang merupakan buku terakhir dari Serial "Bumi". Tapi siapa sangka di akhir buku tertulis "Bersambung ke buku yang kelima, KOMET". Petualangan mereka belum berakhir. Masih ada misteri yang belum terpecahkan, salah satunya siapa orang tua Raib.

Selain itu, di buku keempat ini, banyak yang akhirnya mengakui kecerdasan Ali. Disini, dia terlihat sangat pandai, jenius, dan cerdik. Logika dan penjelasan-penjelasan yang ia paparkan sangat masuk akal. Terlebih lagi, dia telah membuat ILY versi 3.0 yang didesain lebih canggih dengan menambahkan teknologi baru yang dipelajari di Klan Bintang.

Ada satu hal yang menarik dari buku Bintang, dimana disebutkan di halaman 82 bahwa petulangan Raib, Seli, dan Ali, telah ditulis dan dijadikan novel.

..."kisah petualangan kalian di Klan Bulan dijadikan novel di Kota Tishri."
... Anggota Pasukan Bayangan itu memperlihat novel dengan kover tiga anak remaja sedang beraksi, judulnya BUMI: Petualangan Antarklan. Buku 1. 

Aku penasaran, apakah novel itu hasil plagiat dari seorang Tere Liye? atau sebenarnya Tere Liye berasal dari Klan Bulan dan dia menulis novel serial Bumi disana? Entahlah :p

Meski buku ini fiksi, namun ada banyak hal yang bisa kita pelajari, tentang aliran magma, electromagnetic pulse (EMP), hutan taiga, dan sebagainya. Tak luput pula adanya pesan moral yang ingin disampaikan.

"Jika kita mengkhawatirkan setiap langkah yang dibuat, kita akhirnya tidak akan pernah berani melangkah." (hal. 191)

Selasa, 10 Oktober 2017

NOVEL MATAHARI KARYA TERE LIYE



Data Buku
Judul Novel      : Matahari
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : (PT Gramedia Pustaka Utama)
Tebal Buku      : 400 Halaman ; 20 cm
Tahun Terbit    : 2016    
Kota Terbit      : Jakarta

SINOPSIS NOVEL MATAHARI
“ Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.
Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.
Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

Alhamdulilaaahhh....
Akhirnya selesai juga baca ini Novel yang Super kereeen Abisss!!!
Ga akan nyesel deah kalo setelah baca Novel ini..hehe (Lebay dikit ga apa-apa kali) karna ini Novel seriyusan Seruuu bangettt.
Yuuuk Simak dan baca Resensi Novel nyaaa!!! ^_^

Buku MATAHARI ini merupakan buku ketiga dari serial “BUMI”. Dalam buku ini kembali menceritakan petualangan Raib dan kedua sahabatnya, Seli, dan Ali. Jika sebelumnya di Novel Bumi, mereka melakukan perjalanan di klan Bulan. Dan di Novel Bulan, mereka tengan ‘berlibur’ di klan Matahari. Maka di Novel Matahari ini, mereka bertiga di klan Bintang, klan yang dianggap hanya legenda, tapi ditangan si genius Ali mereka bertiga bisa menemukan posisi klan terjauh itu.

Mereka pergi ke klan Bintang menggunakan kapsul perak bernama “ILY” buatan Ali melalui lorong-lorong kuno, bertualang menuju klan Bintang dengan harapan bisa belajar dan menemukan banyak hal. Tetapi mereka tidak menggunakan buku kehidupan milik Raib, karena diawal cerita AV dan Miss selena melarangnya untuk membuka portal menggunakan buku kehidupan.

Dipintu lorong kuno mereka sudah disambut dengan ‘penjaga’ yang akhirnya berhasil mereka kalahkan dengan susah payah. Belum lagi dipos terluar klan Bintang, juga dipadang kristal. Ketika dipadang kristal, ketika mereka sedang bertarung mereka ditolong oleh empat orang asing yang pada akhirnya membawa mereka munuju klan Bintang dan bertemu dengan Faar (FAARAZARAAF), keturunan klan bulan yang tinggal di klan Bintang.

Awalnya mereka pikir petualangan ini akan semenyenangkan apa yang dipikirkan. Namun setelah bertemu dengan Faar, Kaar, Laar, Meer, Sang Hantu, Sang penemu, dan Sekretaris Dewan Kota. Agak aneh memang nama-namanya, tapi mungkin memang sengaja agar kerasa feel klan Bintangnya. Hehe

Mereka tahu jika klan Bintang tidak sedamai dan seindah apa yang terlihat, dengan teknologinya yang super canggih. Semakin lama mereka semakin tahu apa yang terjadi pada klan ini, apa yang mengatur mereka, dan apa yang mereka rencanakan untuk masa depan.

 ***

Matahari dibuka dengan Ali yang tiba-tiba berubah menjadi sosok idola baru disekolah, menjadi pemain basket andalan, sampai-sampai tim basket sekolah yang tahun-tahun sebelumnya hanya mampu masuk penyisihan tahun ini masuk final karena ada Ali!
Entah bagaimana caranya, ALI aliyas si Biang kerok, tukang cari ribut, yang pakainya selalu kusut, rambut berantakan, sering diusir guru dari kelas kerena tidak mengerjakan PR, bertengkar, tidak punya teman (kecuali Raib dan Seli), seminggu terakhir mendadak menjadi murid populer di sekolahan. tidak tahu apa yang membuatnya berubah sederastis itu. Penasaran kaan!!! 

Meskipun begitu, Ali tetap Ali yang rasa ingin tahunya kuat. Memang sih anak-anak genius itu serupa, rasa ingin tahunya diatas rata-rata, tidak puas dengan apa yang sudah dicapai. Dan Ali pun disini membuat kapsulnya sendiri yang diberi nama “ILY”, yang bisa terbang, yang bisa mengeluarkan listrik, yang bisa menghilang. Dengan mempelajari buku-buku dari klan Bulan dan klan Matahari pemberian AV. Tetapi menggabungkan teknologi dari kedua klan adalah sesuatu yang luar biasa. Setelah ILY tewas dalam pertempuran di klan Matahari, Ali seolah menghidupkan kembali ILY dengan versi yang lebih canggih. So sweet dan Bikin Baper kaaan !!! 

“Kenapa kamu memberinya nama ILY?” Seli bertanya saat kami sudah ada di besement.
“Satu, untuk mengenangnya....” Ali diam sejenak, mengusap rambut berantakannya. “Dua, Kapsul perak ini dibuat agar sama bisa diandalkannya seperti Ily, teman yang setia. Kapsul perak ini juga petarung yang hebat, bisa membela kita dari posisi sulit, seperti yang dilakukan Ily. Tetapi hanya satu yang tidak dimilikinya seperti Ily...”
Ali terdiam sejenak.
Aku dan Seli menatap Ali. Kami menunggu penjelasan selanjutnya.
Ali nyengir lebar. “kapsul ini tidak secerewet Ily. Dia tidak akan menyuruh kita bergegas, meneriaki kita agar semangat, atau galak membangunkan kita saat masih lelap, melarang ini, melarang itu. kapsul ini lebih pendiam. Tapi diatas semua itu, aku memutuskan memberikan nama ILY karna itu adalah nama seseorang yang telah mengorbankan hidupnya demi kita semua. ILY,  namanya, akan terus menemani kita bertualang.” (Hal. 65) Sedih kaaan!!!

Sebenarnya di Novel ketiga ini saya bener-bener geregetan pada Ali. Dimulai ketika ia berubah menjadi pemain basket andalan yang menurut saya super keren. Tapi sosoknya keras kepala. Jika tidak didesak terus menerus oleh Ali mungkin mereka bertiga tidak akan bertualang ke klan Bintang. Dan Banyak kata-kata motivasi dari Ali yang ditunjukan untuk Raib dan Seli, tapi itu juga sepertinya berlaku untuk saya sendiri. Seperti kata-kata ini yang paling saya sukai :

“Hidup ini adalah petualangan, Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik.” (hal. 362)

Raib yang merupakan pewaris murni dari klan Bulan semakin lama semakin tangguh. Kekuatannya berkembang pesat. Ali yang berasal dari klan Bumi seperti biasa, kekuatannya muncul jika sudah terdesak dan mengamuk. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Dan Seli datang dari klan Matahari, sudah bisa menggunakan petir biru dan mengasah kekuatan kinetiknya lagi. Seli yang terlihat lebih lemah dari Raib, tapi jika sudah mengamuk marah dan sampai berteriak kekuatannya melebihi kekuatan Raib. Tapi di Novel ini Seli agak penakut. Tapi saya maklum karna kalo saya diposisi Raib, Seli, dan Ali tidak akan berani keluar dari kapsul karna sebelumnya mereka menghadapi ratusan ular raksasa. Dan bahkan bukan hanya ular raksasa saja yang mereka hadapi masih banyak hal-hal yang mengerikan lainnya. Baca ajah Novelnyaaa kalo ingin tahu apa ajah hal-hal yang mengerikan lainnya itu!!! Hehehe  

***

Novel Tere Liye memang selalu mengesankan. Ide ceritanya luar biasa. Simple tapi menarik. Saya suka gaya penulisan Tere liye di semua bukunya. Apa yang kita baca terasa ringan tapi dalam. Setiap kata-katanya juga selalu membuat saya penasaran. Sebuah petualangan di klan Bintang. Yang lebih menarik adalah setting waktu dan tempatnya. Bener-bener terbayang meski hanya membaca ceritanya. 

Masalah (typo) kesalahan penulisan tokoh untuk Faar, Kaar, dan Laar di buku ini agak banyak. Dan itu adalah masalah utama saya. Beberapa kali saya tersendat ketika menemukan kesalahan. Tapi karena petualangan ketiga sahabat ini terlalu seru dari pada kesalahan tulisan, akhirnya tanpa pikir panjang saya lanjutkaan bacanya! 

Buku ini saya rekomendasikan untuk pecinta fantasi dan pencinta buku karya dalam negeri. Tapi bagi saya buku ini layak dibaca oleh siapa pun apalagi untuk para remaja wajib baca buku ini agar lebih semangat dalam berpetualang.

Kalo sudah membaca sedikit saja Novel ini dijamin bakal keterusan penasaran. Dan pastinya bakal penasaran juga dengan serial Novel lainnya. seperti saya yang sudah tidak sabar menunggu novel selanjutnya, BINTANG!

Sabtu, 30 September 2017

Resensi Novel Hujan Karya Tere Liye

hujan

1.      Data buku

v  Judul                           : Hujan
v  Penulis                       : Tere Liye
v  Gambar dan warna :

v  Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
v  Alamat penerbit        : Gedung Gramedia Blok I, Lt.5
                                        Jl. Palmerah Barat 29-33 Jakarta 10270
v  Tahun terbit               : 2016
v  Jumlah halaman        : 320 halaman
v  ISBN                             : 978-602-03-2478-4
2.      Unsur intrinsik

v  Tokoh  :
·         Lail             : Seorang gadis yang pemberani dan memiliki jiwa sosial. Dia juga seorang gadis yang pintar dan berbakat.
·         Elijah          : Seorang fasilitator yang menjalani tugasnya dengan jujur dan professional.
·         Esok/Soke Bahtera   : Seorang ilmuwan muda yang paling terkemuka bahkan saat usianya baru tujuh belas tahun.
·         Marya        : Seorang gadis yang memiliki selera humor, dan memiliki jiwa sosial.
·         Ibu Lail       : Seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Bahkan hingga akhir hidupnya, ia masih memberikan dukungan kepada Lail.
·         Ayah Lail  : Seorang ayah yang sangat perhatian kepada anaknya.
·         Wali Kota : Seorang public figur dalam keluarganya.
·         Istri Wali Kota : Seorang ibu yang mengangga Lail sudah seperti anaknya sendiri.
·         Claudia    : Mudah bergaul dengan orang lain dan tidak membeda-bedakan teman.
·         Ibu Suri    : Seseorang yang memiliki watak tegas kepada anak-anak panti.
·         Penumpang Kapsul Kereta: Tidak mau menuruti instruksi dari petugas atau memiliki sikap keras kepala.
·         Ibu Esok  : Sosok ibu yang selalu mengajarkan yang terbaik untuk anaknya.
·         Petugas Kereta : lebih mementingkan keselamatan penumpang daripada keselamatannya sendiri.
·         Marinir : Memberikan penyuluhan terhadap pengungsi yang berhasil selamat saat terjadinya gempa
·         Petugas Relawan  : Tidak egois dalam bertindak, memikirkan keselamatan penduduk
·         Pembawa Acara Televisi
·         Narasumber Dalam Acara Televisi
v  Latar
·         Latar waktu
o   Pagi  :
*      Pagi hari, berita tentang penduduk yang kesepuluh miliar     tersebar dimana-mana.
*      Letusan Gunung Merapi dan Gempa Bumi terjadi pada pagi hari disaat Lail sedang berangkat ke sekolah barunya.
*      Pagi ini pegunungan hijau dan lembah luas terhampar luas.
*      Di Pagi harinya, Esok mengajak Lail mengunjungi sebuah tempat.
o   Siang
*      Pada jam makan siang, Lail dan Maryam dipanggil mendadak oleh Ibu Suri
*      Di siang harinya, diumumkanlah kelulusan Lail dan Maryam dari Sekolah Keperawatan.
o   Sore
*      Baru kemarin sore dia menyaksikan sendiri ibunya jatuh ke lorong kereta gelap.
*      Di sore hari, Esok mengajak Lail ke toko kue ibunya.
*      Sorenya, dengan masih diliputi sukacita lulus dari sekolah, Lail dan Maryam tiba-tiba dipanggil ke kantor Ibu Suri.
o   Malam
*      Malam pertama, Lail dan Esok menginap di rumah sakit yang merawat Ibu Esok.
*      Malam kedua, Lail dan Esok menginap ditempat pengungsian.
*      Malam hari, disaat hujan badai, Lail dan Maryam memberikan peringatan kepada penduduk Kota Hilir Sungai bahwa kota tersebut akan dituruni air bah.
·         Latar tempat
o   Trotoar
o   Stasiun kereta
o   Kereta bawah tanah/kapsul kereta
o   Ruangan 4 x 4 m kubik
o   Taman kota
o   Rumah Lail
o   Toko kue
o   Kolam air mancur Central Park
o   Rumah Sakit
o   Panti Sosial
o   Sekolah Keperawatan
o   Markas Organisasi Relawan
o   Stadion sepak bola/tempat pengungsian nomor 2
o   Tempat latihan relawan
o   Lubang tangga darurat
o   Sebuah kota yang memiliki teknologi yang canggih
·         Latar suasana
o   Mengejutkan
*      Kereta kapsul berhenti secara mendadak karena adanya letusan Gunung Purba di belahan benua lain.
o   Panik
*      Terjadinya gempa susulan di lorong kereta.
o   Tragis
*      Ibu Lail jatuh ke dalam lorong kereta.
o   Senang
*      Lail menerima telepon dari ayahnya.
*      Lail dan Marayam lulus tes yang dilakukan untuk menjadi seorang relawan.
o   Sedih
*      Lail dan Esok berpisah sementara karena Esok akan diadopsi oleh seorang Wali Kota.
*      Lail mengira Esok pergi dengan kapal raksasa tersebut bersama Claudia.
o   Bahagia
*      Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari
v  Alur
Alur novel ini yaitu alur maju mundur. Karena dimulai dengan keinginan Lail untuk menghapus memorinya tentang seseorang. Kemudian kembali  kepada kisah Lail saat berusia 13 tahun.
v  Tema
Didalam novel ini terdapat berbagai tema yaitu: tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan, dan tentang hujan.
v  Sudut pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga. Contohnya ; dia, ia, dan nama orang.
3.      Unsur Extrinsik

v  Latar belakang pengarang
Darwis Tere Liye adalah seorang pengarang yang belakangan ini memberi judul novelnya cukup dengan satu kata saja yang membuat para penggemarnya menjadi penasaran dan karyanya terjual dan harus mengalami cetakan ulang untuk memenuhi permintaan pembaca. Tere Liye juga selalu menyelipkan tokoh yang dapat membuat pembaca tersenyum sendiri bahkan tertawa melihat tingkah tokoh dalam cerita tersebut.
Contoh karya Tere Liye yaitu:
·         Bumi
·         Bulan
·         Matahari
·         Hujan
·         Pulang
·         Rindu
·         Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
·         # About Love
·         Ayahku Bukan Pembohong
·         Negeri Para Bedebah
·         Negeri Di Ujung Tanduk
·         Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah
·         Berjuta Rasanya
·         Sepotong Hati Yang Baru
Di dalam novel hujan ini, terdapat berbagai kisah yang dapat kita ambil hikmahnya. Kisah persahabatan, yaitu diceritakan melalui persahabatan Lail dan Maryam memberi pesan tentang suatu persahabatan. Persahabatan adalah untuk saling membantu dan menguatkan baik suka maupun duka. Seperti yang terdapat dalam novel : Ada banyak hal yang bisa saling dipahami oleh dua orang sahabat sejati tanpa harus berbicara apapun.”
Kisah cinta, digambarkan tentang mencintai dalam diam. Saling mencintai tapi tidak saling tahu karena usia yang masih terlalu muda. Saat prasangka mulai terjadi, menebak perasaan satu sama lain bahkan munculnya kecemburuan. Seperti yang tercantum dalam novel: “Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika ia datang kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana  kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.”
Tentang melupakan, digambarkan dengan seorang gadis yang sakit hati dan kemudian memutuskan untuk melupakannya. Seperti yang tercantum dalam novel : “Ratusan orang pernah berada di ruangan ini. Meminta agar semua kenangan mereka dihapus. Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan menjadi masalahnya. Tapi menerima. Jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan.”

v  Isi novel
Novel hujan ini berlatar Bumi pada tahun 2050. Berawal dari seorang gadis yang bernama Lail yang mendatangi sebuah pusat terapi saraf untu menghilangkan semua kenangan pahit dalam hidupnya dengan menggunakan sebuah teknologi canggih pada masa itu. Terapi dimulai dengan memindai peta seluruh saraf otak Lail dengan ditemani seorang fasilitator bernama Elijah. Lail harus menceritak kisahnya dengan menjawab pertanyaan Elijah. Terapi tersebut dilakukan di ruangan 4 x 4 m kubik yang terlihat didesain terlalu sederhana.
Lail adalah seorang remaja berusia 13 tahun yang ada tahun 2042 kehilangan kedua orang tuanya pada saat terjadinya gempa bumi yang dahsyat. Beruntunglah ada seorang anak laki-laki yang berusia 2 tahun lebih muda darinya bernama Esok yang menyelamatkannya. Esok un kehilangan 4 saudara kandungnya dan menyisakan ibunya yang mengalami kelumpuhan akibat gempa.
Kisah Esok dan Lail pun bermula setelah bencana terjadi. Mereka harus tinggal di pengungsian hingga kota bisa kembali pulih. Kota itu merupakan kota yang sangat maju dengan perkembangan teknologi canggih yang tersedia di kota itu, baik sebelum gempa terjadi maupun setelahnya. Pada saat itu kota kembali pulih dan pengungsian resmi ditutup, Lail dan Esok harus berpisah karena Esok diadopsi oleh Wali Kota dan Lail tinggal di Panti Sosial. Perpisahan inilah yang menggambarkan dua anak yang terpisah tetapi di masing-masing tempat, mereka menjalani kehidupannya dan mengejar mimpi-mimpinya.
Di Panti Sosial, Lail bertemu dengan Maryam yang merupakan teman satu kamarnya hingga suatu hari mereka bersahabat. Maryam adalah sosok seorang remaja yang memiliki selera humor, berjiwa sosial, dan teguh dalam mewujudkan impiannya. Persahabatan mereka digambarkan baik suka maupun duka. Mereka tidak hanya harus sekolah tetapi juga harus menjalani tugas-tugas mereka di Panti Sosial dan berhadapan dengan Ibu Panti yang bernama Ibu Suri yang terkenal tegas dan ketus tehadap anak- anak panti. Di panti inilah, Lail dan Maryam mengejar cita-citanya hingga mereka beranjak dewasa.
Pada suatu hari, Esok membawa Lail mengunjungi stadion. Kemudian dia menyampaikan kepada Lail bahwa sekitar satu minggu lagi akan diluncurkan kapal raksasa. Dan hanya sepuluh ribu orang yang terpilih secara acak yang dapat menumpangi kapal tersebut. Esok mendapatkan dua tiket. Wali Kota meminta  Lail supaya bisa membujuk Esok agar salah satu tiket yang dimilikinya diberikan kepada anaknya yang bernama Claudia. Hingga pada jadwal keberangkatan kapal, Lail mendengar informasi dari Istri Wali Kota bahwa salah satu tiket dari Esok, diberikan kepada Claudia. Lail pun beranggapan bahwa Esok pergi bersama Claudia. Lail merasa hatinya seperti tercabik-cabik. Akan tetapi, Claudia sebernarnya tidak pergi bersama Esok melainkan dengan Ibunya Esok.
Lail langsung memutuskan untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Maryam panik dan langsung menyusul Lail untuk menghentikan perbuatannya. Akan tetapi, sudah terlambat. Lail sudah memulai melakukan terapinya. Elijah menjelaskan sekali lagi kepada Lail bahwa melupakan bukan jadi masalahnya, tetapi menerima.
Akhirnya Lail selesai melakukan terapi tersebut. Ternyata, ingatan Lail tentang Esok dan Maryam tidak ikut terhapus. Melainkan menjadi benang biru yang menunjukkan kenangan yang menyenangkan. Semua kenangannya, dipeluk erat-erat oloh Lail ketika terapi terakhir dilakukan.
Satu bulan kemudian, Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari. Esok berjanji kepada Lail kalau dia tidak akan meninggalkan Lail lagi.
v  Kelebihan novel
Novel ini memberi banyak motivasi kepada pembaca tentang melupakan, persahabatan, cinta, perpisahan, dan perjuangan. Di dalam novel ini, kita seperti diajak berimajinasi ke masa depan dimana semua teknologi sudah maju dan canggih.
v  Kekurangan novel
Didalam novel ini, kurangnya gambar-gambar yang membuat pembaca lebih tertarik nmembacanya. Dan pada bagian sampul belakangnya, hanya ada beberapa kata tentang perpisahan, persahabatan, cinta, melupakan dan hujan. Didalam novel ini, ada sedikit ketidakkonsistenan yaitu tentang tugas pertama Lail ke Sektor 3 atau Sektor 4. Ada halaman 120 tertulis : Jika kalian bersedia, setelah menerima pin besok pagi, kalian akan ditugaskan segera di Sektor 3 selama liburan panjang. Namum, dalam halaman 135 tertulis : pagi ini kami berangkat ke Sektor 4. Penugasan pertama dari organisasi. Hal ini sebaiknya bisa diperbaiki kekonsistenannya di cetakan berikutnya. Didalam novel ini tidak ada dijelaskan tentang data pengarang.
v  Komentar
Novel hujan ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan. Novel ini mengajarkan kita bagaimana harus berjuang, bersikap, menghargai persahabatan, menghargai cinta dan yang paling penting tentang  bagaimana manusia seharusnya memiliki keikhlasan.
v  Saran
Sebaikya novel ini dilengkapi dengan gambar- gambar yang menarik. Dan sebaiknya, didalam novel ini dilengkapi oleh data pengarang. Agar pembaca daat mengetahui tentang data engarang tersebut.

Selasa, 05 September 2017

SPRING IN LONDON - ILANA TAN

            
Spring In London merupakan salah satu karya novelis Ilana Tan dalam tetraloginya. Novel ini dirilis setelah penerbitan Summer in Seoul, Autumn in Paris, dan Winter in Tokyo. Novel – novel Ilana ini menceritakan kisah di empat negara yang berbeda dengan musim yang berbeda pula. Spring in London memiliki keterkaitan dengan novel – novel sebelumnya dalam tetralogi tersebut.
            Novel ini menceritakan seorang Jo In Ho atau dengan nama panggungnya, Danny Jo, seorang artis terkenal asal Korea Selatan. Awalnya, Danny diminta rekannya, Jung Tae Wo, untuk menjadi model dalam video klip terbarunya. Di video klip tersebut, Danny dipasangkan dengan Naomi Ishida, seorang artis dari Jepang. Naomi memiliki masa lalu yang kelam sehingga ia berusaha menjauhi pria – pria yang hendak mendekatinya. Danny pun merasa aneh dengan sikap Naomi kepadanya, padahal tak ada niat untuk mencelakai gadis itu. Namun Danny berusaha mendekati Naomi secara perlahan, dan hubungan mereka pun menjadi lebih baik.
            Suatu hari Naomi bertemu dengan Kim Dong Min, seseorang dari masa lalunya, di sebuah pesta. Akibat pertemuan itu, rahasia Naomi pun terkuak, ternyata kakak Danny Jo pernah melakukan pelecehan seksual padanya. Naomi pun menjadi malu dengan kondisinya dan menjauhi Danny. Ia pun memutuskan pulang ke negaranya untuk menenangkan pikiran.
            Setelah dua tahun berlalu, Danny mencoba mencari tahu keberadaan Naomi yang tanpa kabar setelah ia menghilang dari kehidupan London. Danny mengunjungi negara asal Naomi dan berusaha mencari tahu alamat di mana gadis pujaannya itu tinggal. Ia benar – benar mengharapkan jawaban atas cintanya selama ini. Setelah ia mengetahui alamat Naomi tinggal, ia melihat seorang gadis yang tengah berdua dengan seorang laki – laki, ia mengira gadis itu adalah Naomi. Ternyata gadis yang dilihatnya tersebut adalah saudara kembar Naomi.
            Tawaran Anna Jo, kakak perempuan Danny, pada Naomi untuk menjadi model iklan produk pakaian terbarunya disanggupi Naomi untuk dapat bertemu kembali dengan pria asal Korea Selatan tersebut. Setelah dua tahun berpisah mereka dapat bertemu kembali.
            Cerita dalam novel ini menarik dengan gaya bahasa yang disajikan ringan dan alur yang mudah dimengerti. Penggambaran setiap tokoh yang apik dan detail menjadi keunggulan dalam novel ini sehingga pembaca mudah dalam memahami setiap karakter tokoh.
            Kelemahan dalam novel ini adalah banyaknya salah pengetikan atau penempatan kata yang kurang ideal. Selain itu meskipun setting novel terdapat di Kota London, namun London kurang tereksplor dengan baik. Penulis hanya menambahkan beberapa tempat terkenal di London seperti Bukingham Palace, London Bridge, dan London Eye. Banyaknya tokoh yang memiliki nama Korea membuat novel ini tidak seperti berada di London. Spring in London juga memiliki alur cerita yang mudah ditebak oleh pembacanya.

            Kesimpulannya, Spring in London merupakan novel yang akan membuat Anda tersenyum saat membacanya. Kisah cinta yang romantis namun dibumbui dengan konflik yang cukup rumit adalah daya tarik dari novel Spring in London. Untuk Anda pencinta novel romansa dengan kisah yang ringan maka novel Spring in London wajib untuk Anda baca.

Maps by Radin Azkia


Judul: Maps
Penulis: Radin Azkia
Penyunting: Fitria D.
Penerbit: Lovable
Cetak: cetakan ketiga, 2016
Halaman: 372 hlm; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-6922-32-8

Back Cover:
"Gue bukannya mau lo jadi perawan tua," ucap Gellar. perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. "Gue juga sebenarnya nggak mau kesepian," lanjutnya. "Gue tau itu egois banget. Tapi, gue nggak punya siapa-siapa. Nanti, kalo lo pacaran sama orang, gue nggak bisa peluk-peluk lo lagi, dong? Gue nggak bisa tidur sama lo lagi. Gue nggak bisa ke rumah lo setiap hari. Gue nggak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus, lo lebih milih cowok lo daripada gue. Terus, gue sendirian main PS di kamar. Nanti, gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue nggak mau Ta, gue nggak mau sendirian."
Gita terdiam, merasa seperti dirinya didorong dari jendela apartemen ke lantai dasar.
"Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf."

**********

Seperti yang ada di back cover, Maps bercerita seputar persahabatan antara Gellar dengan Gita. Mereka sudah bersahabat dari kecil, mulai dari keluarga mereka masih utuh sampai akhirnya mereka harus hidup sendiri tanpa keluarga. Eits, tapi maksudnya mereka nggak kerja sendiri ya. Mereka masih dapat fasilitas dari orang tuanya, cuma mereka hidup di rumah sendiri. Eh tapi bukan mereka sih, lebih tepatnya Gellar yang hanya tinggal dengan pengurus rumah tangga. Kalau Gita masih tinggal sama mamanya cuma jarang sekali Gita bertatap muka dengan mamanya.

Gita dan Gellar sering sekali tidur bareng dalam satu kamar dan satu ranjang, tapi mereka nggak ngapa-ngapain cuma tidur biasa. Mereka bergantian menginap di rumah masing-masing. Di mana ada Gellar pasti ada Gita, sebelum sebuah konflik datang. Masa lalu Gellar muncul kembali, yang membuat Gellar fokus mengejar masa lalu dan sedikit mengabaikan Gita. Padahal aslinya mereka berdua itu saling suka, tapi sama-sama masih belum mau mengakuinya.

***

Ini novel wattpad ketiga yang aku baca sekaligus yang aku dapat dari Kuis. Maps ini mampu membuatku merasakan perasaan yang campur aduk. Antara bingung, greget, sampai baper. Bingung pas di bagian awal, bagaimana sih alurnya. Karena di awal mungkin aku yang kurang konek bacanya, padahal pas sudah masuk pertengahan aku sudah bisa menikmati alurnya. Greget dengan sikap Gellar dan Gita yang masih kekanak-kanakan. Baper karena novel ini berhasil membuatku terus mengingat endingnya.

Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang ketiga. Alurnya maju-mundur, tapi di situlah yang membuat sebuah novel ini sangat menarik. Jujur saja, aku malah ingin terus menikmati perjalanan hidupnya Gita dan Gellar. Padahal novel ini termasuk novel tebal, tapi aku masih merasa kurang. Banyak tokoh-tokoh yang muncul di sekitar kehidupan mereka. Cerita ini juga berfokus pada cerita anak SMA, jadi novel ini menggunakan bahasa gaul untuk percakapannya.

Untuk kekurangannya hanya terletak pada beberapa typo yang aku temukan. Tapi itu sama sekali tidak mengganggu jalannya cerita, malah semakin membuatku enggan menaruh novel ini sebelum ending. Pas mau ending juga dibikin greget abis. Pokoknya novel ini bikin aku susah lupain ceritanya, setelah novel With Julian yang kemarin aku baca.

Aku kasih 4 bintang untuk novel ini. Dan aku rekomendasikan novel ini untuk dibaca anak SMA yang gaul :D

Selasa, 22 Agustus 2017

 SERENDIPITY – Erisca Febriani




Penerbit : Inari
Genre : Fiksi, Romance
Kategori : Young Adult, Family Drama, Mellow, Wattpad
Terbit : November 2016
Tebal : 424 halaman
ISBN : 978-602-74322-9-1
Harga : Rp. 89.000


Tuhan selalu tahu bagaimana cara membuat hidup lebih bermakna. Dan, Tuhan paling pandai membuat kejutan di setiap lembar kehidupan.
“Kadang, memang selucu itu, mereka yang dulu bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengobrol tentang apa pun, kini bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan ‘hai’ atau ‘selamat pagi’.”– hlm. 15

Rani, dia tak pernah menyangka jika orang yang dia cintai tiba-tiba berubah menjadi orang yang dia benci. Arkan, laki-laki ini dulu begitu memujanya. Namun, waktu membawa dia pergi. Memujanya? Tidak! Sekarang Arkan membuat hidup Rani seperti di neraka.
Rani bisa mengerti jika Arkan membencinya. Namun, apa perlu Arkan memperlakukannya seperti itu? Rani tak seperti apa yang Arkan duga. Dia tak sekotor yang Arkan pikirkan. Sayangnya, Rani tak bisa mengatakan apa yang sebenarnya.
“Lo benci karena merasa gue khianatin? Tapi, bahkan lo nggak mau dengar cerita  yang sebenarnya, Ar. Lagi pula, kita udah  putus, udah nggak ada hubungannya lagi. Dan, lo udah nggak pantas mengusik apa pun dalam kehidupan gue.” - Rani - hlm 136

Seperti bertemu oase di tengah gurun, kehadiran Gibran benar-benar berarti untuk Rani. Setelah kehilangan satu-satunya sahabat – Jean – Gibran-lah yang ada untuknya. Itu saat Gibran tak tahu apa yang dilakukan Rani di belakang semua orang. Itu saat Gibran belum mengetahui fakta dari setiap isu yang menguar di sekolah.
Bagaimana jika Gibran akhirnya tahu? Apakah dia akan menjadi kubu Arkan? Lalu, bagaimana jika Rani akhirnya menemukan apa yang sebenarnya ada di benak Arkan, mampukah dia memahami setiap tindakan Arkan yang terus menyakitinya?
“Ada yang bilang cinta itu buta, cinta tak punya mata. Dia hanya punya insting dan juga rasa, untuk menentukan arah ke mana dan mencari titik nyaman yang serupa.” – hlm. 314

Ini seperti teka-teki silang. Satu saja jawaban ditemukan, maka kamu akan menemukan jawaban-jawaban yang lainnya. Dan, saat semua terjawab, tinggal bagaimana mereka memutuskan jalan mana yang akan mereka tempuh.

Serendipity, novel kedua Erisca Febriani yang aku baca. Berbeda dengan Dear Nathan, novel ini terasa lebih mellow. Penulis menceritakan tentang hidup Rani yang berubah setelah ditinggal pergi ayahnya. Dia membuat keputusan paling berat dalam hidupnya. Namun, seperti tidak bisa memilih, dia harus melakoninya dengan hati lapang.
Sejak prolog, aku sudah dibuat penasaran, kenapa tiba-tiba Arkan memutuskan Rani, dan kenapa Arkan bersikap begitu kejam pada Rani? Sebenarnya, apa yang dilakukan Rani?
Saat satu clue muncul, aku seperti tidak percaya. Karakter Rani yang polos, baik, setia kawan, dan menyenangkan – dia tidak mungkin melakukan hal itu. Meskipun ini  cerita fiksi, tetap saja pemikiran seperti itu muncul di benakku.
Dari kilas balik saat Rani masih berpacaran dengan Arkan, akupun merasa apa yang Arkan lakukan terhadap Rani benar-benar janggal. Arkan mencintai Rani. Meksipun Rani melakukan hal yang membuatnya sakit hati, Arkan tidak mungkin sekejam itu memperlakukannya.
Gibran, cowok keturunan arab yang selengean, dan narsis abis, tapi dibalik kenarsisannya, Gibran adalah teman yang baik dan ganteng, tak kalah ganteng dari Arkan.
Seperti aku, Gibran merasakan kejanggalan-kejanggalan yang aku sebutkan di atas. Dan, dengan bantuannya, aku menemukan satu persatu jawaban dari setiap pertanyaan. Setelah bertemu jawbannya, aku merasa semua yang terjadi benar-benar masuk akal.
Erisca Febriani, dia cukup pandai membuat teka-teki yang membuat penasaran. Alurnya cukup cepat, diksinya enak dinikmati, dipadu dengan alur maju mundur yang gampang ditangkap. Suasana mellownya membuat galau, dan quote-quote-nya berhasil menyentuh hati.
Dari semua itu, aku juga belajar banyak tentang hidup, bahwa tidak semua kehidupan ditakdirkan penuh keberuntungan. Bahwa pikiran ternyata bisa menjadi bagian dari manusia yang paling kejam.
Kenapa? Karena pikiranlah yang menuntun seseorang untuk berpikir negatif hanya karena sebuah bayangan yang ditangkap mata. Sebagian besar orang cukup melihat fakta dari mata. Kenapa mereka tidak mencoba memahami alasan di balik semua itu? Mungkin saja tebakan mereka itu salah besar.
Tindakan bully yang dialami Rani bisa menjadi contoh bahwa tindakan itu benar-benar kejam. Rani sudah menderita dengan hidupnya. Kenapa mereka malah menambah beban hidup Rani dengan membully-nya? Bagaimana jika Rani itu mereka, apakah mereka bisa sekuat Rani?
Aku mengacungi jempol setiap ilmu kehidupan yang disisipkan Erisca Febriani di dalam novelnya. Tak banyak penulis yang bisa menitipkan pesan di dalam karyanya seperti yang dia lakukan.
SEMOGA BERMANFAAT!