Sabtu, 30 September 2017

Resensi Novel Hujan Karya Tere Liye

hujan

1.      Data buku

v  Judul                           : Hujan
v  Penulis                       : Tere Liye
v  Gambar dan warna :

v  Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
v  Alamat penerbit        : Gedung Gramedia Blok I, Lt.5
                                        Jl. Palmerah Barat 29-33 Jakarta 10270
v  Tahun terbit               : 2016
v  Jumlah halaman        : 320 halaman
v  ISBN                             : 978-602-03-2478-4
2.      Unsur intrinsik

v  Tokoh  :
·         Lail             : Seorang gadis yang pemberani dan memiliki jiwa sosial. Dia juga seorang gadis yang pintar dan berbakat.
·         Elijah          : Seorang fasilitator yang menjalani tugasnya dengan jujur dan professional.
·         Esok/Soke Bahtera   : Seorang ilmuwan muda yang paling terkemuka bahkan saat usianya baru tujuh belas tahun.
·         Marya        : Seorang gadis yang memiliki selera humor, dan memiliki jiwa sosial.
·         Ibu Lail       : Seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Bahkan hingga akhir hidupnya, ia masih memberikan dukungan kepada Lail.
·         Ayah Lail  : Seorang ayah yang sangat perhatian kepada anaknya.
·         Wali Kota : Seorang public figur dalam keluarganya.
·         Istri Wali Kota : Seorang ibu yang mengangga Lail sudah seperti anaknya sendiri.
·         Claudia    : Mudah bergaul dengan orang lain dan tidak membeda-bedakan teman.
·         Ibu Suri    : Seseorang yang memiliki watak tegas kepada anak-anak panti.
·         Penumpang Kapsul Kereta: Tidak mau menuruti instruksi dari petugas atau memiliki sikap keras kepala.
·         Ibu Esok  : Sosok ibu yang selalu mengajarkan yang terbaik untuk anaknya.
·         Petugas Kereta : lebih mementingkan keselamatan penumpang daripada keselamatannya sendiri.
·         Marinir : Memberikan penyuluhan terhadap pengungsi yang berhasil selamat saat terjadinya gempa
·         Petugas Relawan  : Tidak egois dalam bertindak, memikirkan keselamatan penduduk
·         Pembawa Acara Televisi
·         Narasumber Dalam Acara Televisi
v  Latar
·         Latar waktu
o   Pagi  :
*      Pagi hari, berita tentang penduduk yang kesepuluh miliar     tersebar dimana-mana.
*      Letusan Gunung Merapi dan Gempa Bumi terjadi pada pagi hari disaat Lail sedang berangkat ke sekolah barunya.
*      Pagi ini pegunungan hijau dan lembah luas terhampar luas.
*      Di Pagi harinya, Esok mengajak Lail mengunjungi sebuah tempat.
o   Siang
*      Pada jam makan siang, Lail dan Maryam dipanggil mendadak oleh Ibu Suri
*      Di siang harinya, diumumkanlah kelulusan Lail dan Maryam dari Sekolah Keperawatan.
o   Sore
*      Baru kemarin sore dia menyaksikan sendiri ibunya jatuh ke lorong kereta gelap.
*      Di sore hari, Esok mengajak Lail ke toko kue ibunya.
*      Sorenya, dengan masih diliputi sukacita lulus dari sekolah, Lail dan Maryam tiba-tiba dipanggil ke kantor Ibu Suri.
o   Malam
*      Malam pertama, Lail dan Esok menginap di rumah sakit yang merawat Ibu Esok.
*      Malam kedua, Lail dan Esok menginap ditempat pengungsian.
*      Malam hari, disaat hujan badai, Lail dan Maryam memberikan peringatan kepada penduduk Kota Hilir Sungai bahwa kota tersebut akan dituruni air bah.
·         Latar tempat
o   Trotoar
o   Stasiun kereta
o   Kereta bawah tanah/kapsul kereta
o   Ruangan 4 x 4 m kubik
o   Taman kota
o   Rumah Lail
o   Toko kue
o   Kolam air mancur Central Park
o   Rumah Sakit
o   Panti Sosial
o   Sekolah Keperawatan
o   Markas Organisasi Relawan
o   Stadion sepak bola/tempat pengungsian nomor 2
o   Tempat latihan relawan
o   Lubang tangga darurat
o   Sebuah kota yang memiliki teknologi yang canggih
·         Latar suasana
o   Mengejutkan
*      Kereta kapsul berhenti secara mendadak karena adanya letusan Gunung Purba di belahan benua lain.
o   Panik
*      Terjadinya gempa susulan di lorong kereta.
o   Tragis
*      Ibu Lail jatuh ke dalam lorong kereta.
o   Senang
*      Lail menerima telepon dari ayahnya.
*      Lail dan Marayam lulus tes yang dilakukan untuk menjadi seorang relawan.
o   Sedih
*      Lail dan Esok berpisah sementara karena Esok akan diadopsi oleh seorang Wali Kota.
*      Lail mengira Esok pergi dengan kapal raksasa tersebut bersama Claudia.
o   Bahagia
*      Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari
v  Alur
Alur novel ini yaitu alur maju mundur. Karena dimulai dengan keinginan Lail untuk menghapus memorinya tentang seseorang. Kemudian kembali  kepada kisah Lail saat berusia 13 tahun.
v  Tema
Didalam novel ini terdapat berbagai tema yaitu: tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan, dan tentang hujan.
v  Sudut pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga. Contohnya ; dia, ia, dan nama orang.
3.      Unsur Extrinsik

v  Latar belakang pengarang
Darwis Tere Liye adalah seorang pengarang yang belakangan ini memberi judul novelnya cukup dengan satu kata saja yang membuat para penggemarnya menjadi penasaran dan karyanya terjual dan harus mengalami cetakan ulang untuk memenuhi permintaan pembaca. Tere Liye juga selalu menyelipkan tokoh yang dapat membuat pembaca tersenyum sendiri bahkan tertawa melihat tingkah tokoh dalam cerita tersebut.
Contoh karya Tere Liye yaitu:
·         Bumi
·         Bulan
·         Matahari
·         Hujan
·         Pulang
·         Rindu
·         Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
·         # About Love
·         Ayahku Bukan Pembohong
·         Negeri Para Bedebah
·         Negeri Di Ujung Tanduk
·         Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah
·         Berjuta Rasanya
·         Sepotong Hati Yang Baru
Di dalam novel hujan ini, terdapat berbagai kisah yang dapat kita ambil hikmahnya. Kisah persahabatan, yaitu diceritakan melalui persahabatan Lail dan Maryam memberi pesan tentang suatu persahabatan. Persahabatan adalah untuk saling membantu dan menguatkan baik suka maupun duka. Seperti yang terdapat dalam novel : Ada banyak hal yang bisa saling dipahami oleh dua orang sahabat sejati tanpa harus berbicara apapun.”
Kisah cinta, digambarkan tentang mencintai dalam diam. Saling mencintai tapi tidak saling tahu karena usia yang masih terlalu muda. Saat prasangka mulai terjadi, menebak perasaan satu sama lain bahkan munculnya kecemburuan. Seperti yang tercantum dalam novel: “Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika ia datang kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana  kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.”
Tentang melupakan, digambarkan dengan seorang gadis yang sakit hati dan kemudian memutuskan untuk melupakannya. Seperti yang tercantum dalam novel : “Ratusan orang pernah berada di ruangan ini. Meminta agar semua kenangan mereka dihapus. Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan menjadi masalahnya. Tapi menerima. Jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan.”

v  Isi novel
Novel hujan ini berlatar Bumi pada tahun 2050. Berawal dari seorang gadis yang bernama Lail yang mendatangi sebuah pusat terapi saraf untu menghilangkan semua kenangan pahit dalam hidupnya dengan menggunakan sebuah teknologi canggih pada masa itu. Terapi dimulai dengan memindai peta seluruh saraf otak Lail dengan ditemani seorang fasilitator bernama Elijah. Lail harus menceritak kisahnya dengan menjawab pertanyaan Elijah. Terapi tersebut dilakukan di ruangan 4 x 4 m kubik yang terlihat didesain terlalu sederhana.
Lail adalah seorang remaja berusia 13 tahun yang ada tahun 2042 kehilangan kedua orang tuanya pada saat terjadinya gempa bumi yang dahsyat. Beruntunglah ada seorang anak laki-laki yang berusia 2 tahun lebih muda darinya bernama Esok yang menyelamatkannya. Esok un kehilangan 4 saudara kandungnya dan menyisakan ibunya yang mengalami kelumpuhan akibat gempa.
Kisah Esok dan Lail pun bermula setelah bencana terjadi. Mereka harus tinggal di pengungsian hingga kota bisa kembali pulih. Kota itu merupakan kota yang sangat maju dengan perkembangan teknologi canggih yang tersedia di kota itu, baik sebelum gempa terjadi maupun setelahnya. Pada saat itu kota kembali pulih dan pengungsian resmi ditutup, Lail dan Esok harus berpisah karena Esok diadopsi oleh Wali Kota dan Lail tinggal di Panti Sosial. Perpisahan inilah yang menggambarkan dua anak yang terpisah tetapi di masing-masing tempat, mereka menjalani kehidupannya dan mengejar mimpi-mimpinya.
Di Panti Sosial, Lail bertemu dengan Maryam yang merupakan teman satu kamarnya hingga suatu hari mereka bersahabat. Maryam adalah sosok seorang remaja yang memiliki selera humor, berjiwa sosial, dan teguh dalam mewujudkan impiannya. Persahabatan mereka digambarkan baik suka maupun duka. Mereka tidak hanya harus sekolah tetapi juga harus menjalani tugas-tugas mereka di Panti Sosial dan berhadapan dengan Ibu Panti yang bernama Ibu Suri yang terkenal tegas dan ketus tehadap anak- anak panti. Di panti inilah, Lail dan Maryam mengejar cita-citanya hingga mereka beranjak dewasa.
Pada suatu hari, Esok membawa Lail mengunjungi stadion. Kemudian dia menyampaikan kepada Lail bahwa sekitar satu minggu lagi akan diluncurkan kapal raksasa. Dan hanya sepuluh ribu orang yang terpilih secara acak yang dapat menumpangi kapal tersebut. Esok mendapatkan dua tiket. Wali Kota meminta  Lail supaya bisa membujuk Esok agar salah satu tiket yang dimilikinya diberikan kepada anaknya yang bernama Claudia. Hingga pada jadwal keberangkatan kapal, Lail mendengar informasi dari Istri Wali Kota bahwa salah satu tiket dari Esok, diberikan kepada Claudia. Lail pun beranggapan bahwa Esok pergi bersama Claudia. Lail merasa hatinya seperti tercabik-cabik. Akan tetapi, Claudia sebernarnya tidak pergi bersama Esok melainkan dengan Ibunya Esok.
Lail langsung memutuskan untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Maryam panik dan langsung menyusul Lail untuk menghentikan perbuatannya. Akan tetapi, sudah terlambat. Lail sudah memulai melakukan terapinya. Elijah menjelaskan sekali lagi kepada Lail bahwa melupakan bukan jadi masalahnya, tetapi menerima.
Akhirnya Lail selesai melakukan terapi tersebut. Ternyata, ingatan Lail tentang Esok dan Maryam tidak ikut terhapus. Melainkan menjadi benang biru yang menunjukkan kenangan yang menyenangkan. Semua kenangannya, dipeluk erat-erat oloh Lail ketika terapi terakhir dilakukan.
Satu bulan kemudian, Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari. Esok berjanji kepada Lail kalau dia tidak akan meninggalkan Lail lagi.
v  Kelebihan novel
Novel ini memberi banyak motivasi kepada pembaca tentang melupakan, persahabatan, cinta, perpisahan, dan perjuangan. Di dalam novel ini, kita seperti diajak berimajinasi ke masa depan dimana semua teknologi sudah maju dan canggih.
v  Kekurangan novel
Didalam novel ini, kurangnya gambar-gambar yang membuat pembaca lebih tertarik nmembacanya. Dan pada bagian sampul belakangnya, hanya ada beberapa kata tentang perpisahan, persahabatan, cinta, melupakan dan hujan. Didalam novel ini, ada sedikit ketidakkonsistenan yaitu tentang tugas pertama Lail ke Sektor 3 atau Sektor 4. Ada halaman 120 tertulis : Jika kalian bersedia, setelah menerima pin besok pagi, kalian akan ditugaskan segera di Sektor 3 selama liburan panjang. Namum, dalam halaman 135 tertulis : pagi ini kami berangkat ke Sektor 4. Penugasan pertama dari organisasi. Hal ini sebaiknya bisa diperbaiki kekonsistenannya di cetakan berikutnya. Didalam novel ini tidak ada dijelaskan tentang data pengarang.
v  Komentar
Novel hujan ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan. Novel ini mengajarkan kita bagaimana harus berjuang, bersikap, menghargai persahabatan, menghargai cinta dan yang paling penting tentang  bagaimana manusia seharusnya memiliki keikhlasan.
v  Saran
Sebaikya novel ini dilengkapi dengan gambar- gambar yang menarik. Dan sebaiknya, didalam novel ini dilengkapi oleh data pengarang. Agar pembaca daat mengetahui tentang data engarang tersebut.

Selasa, 05 September 2017

SPRING IN LONDON - ILANA TAN

            
Spring In London merupakan salah satu karya novelis Ilana Tan dalam tetraloginya. Novel ini dirilis setelah penerbitan Summer in Seoul, Autumn in Paris, dan Winter in Tokyo. Novel – novel Ilana ini menceritakan kisah di empat negara yang berbeda dengan musim yang berbeda pula. Spring in London memiliki keterkaitan dengan novel – novel sebelumnya dalam tetralogi tersebut.
            Novel ini menceritakan seorang Jo In Ho atau dengan nama panggungnya, Danny Jo, seorang artis terkenal asal Korea Selatan. Awalnya, Danny diminta rekannya, Jung Tae Wo, untuk menjadi model dalam video klip terbarunya. Di video klip tersebut, Danny dipasangkan dengan Naomi Ishida, seorang artis dari Jepang. Naomi memiliki masa lalu yang kelam sehingga ia berusaha menjauhi pria – pria yang hendak mendekatinya. Danny pun merasa aneh dengan sikap Naomi kepadanya, padahal tak ada niat untuk mencelakai gadis itu. Namun Danny berusaha mendekati Naomi secara perlahan, dan hubungan mereka pun menjadi lebih baik.
            Suatu hari Naomi bertemu dengan Kim Dong Min, seseorang dari masa lalunya, di sebuah pesta. Akibat pertemuan itu, rahasia Naomi pun terkuak, ternyata kakak Danny Jo pernah melakukan pelecehan seksual padanya. Naomi pun menjadi malu dengan kondisinya dan menjauhi Danny. Ia pun memutuskan pulang ke negaranya untuk menenangkan pikiran.
            Setelah dua tahun berlalu, Danny mencoba mencari tahu keberadaan Naomi yang tanpa kabar setelah ia menghilang dari kehidupan London. Danny mengunjungi negara asal Naomi dan berusaha mencari tahu alamat di mana gadis pujaannya itu tinggal. Ia benar – benar mengharapkan jawaban atas cintanya selama ini. Setelah ia mengetahui alamat Naomi tinggal, ia melihat seorang gadis yang tengah berdua dengan seorang laki – laki, ia mengira gadis itu adalah Naomi. Ternyata gadis yang dilihatnya tersebut adalah saudara kembar Naomi.
            Tawaran Anna Jo, kakak perempuan Danny, pada Naomi untuk menjadi model iklan produk pakaian terbarunya disanggupi Naomi untuk dapat bertemu kembali dengan pria asal Korea Selatan tersebut. Setelah dua tahun berpisah mereka dapat bertemu kembali.
            Cerita dalam novel ini menarik dengan gaya bahasa yang disajikan ringan dan alur yang mudah dimengerti. Penggambaran setiap tokoh yang apik dan detail menjadi keunggulan dalam novel ini sehingga pembaca mudah dalam memahami setiap karakter tokoh.
            Kelemahan dalam novel ini adalah banyaknya salah pengetikan atau penempatan kata yang kurang ideal. Selain itu meskipun setting novel terdapat di Kota London, namun London kurang tereksplor dengan baik. Penulis hanya menambahkan beberapa tempat terkenal di London seperti Bukingham Palace, London Bridge, dan London Eye. Banyaknya tokoh yang memiliki nama Korea membuat novel ini tidak seperti berada di London. Spring in London juga memiliki alur cerita yang mudah ditebak oleh pembacanya.

            Kesimpulannya, Spring in London merupakan novel yang akan membuat Anda tersenyum saat membacanya. Kisah cinta yang romantis namun dibumbui dengan konflik yang cukup rumit adalah daya tarik dari novel Spring in London. Untuk Anda pencinta novel romansa dengan kisah yang ringan maka novel Spring in London wajib untuk Anda baca.

Maps by Radin Azkia


Judul: Maps
Penulis: Radin Azkia
Penyunting: Fitria D.
Penerbit: Lovable
Cetak: cetakan ketiga, 2016
Halaman: 372 hlm; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-6922-32-8

Back Cover:
"Gue bukannya mau lo jadi perawan tua," ucap Gellar. perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. "Gue juga sebenarnya nggak mau kesepian," lanjutnya. "Gue tau itu egois banget. Tapi, gue nggak punya siapa-siapa. Nanti, kalo lo pacaran sama orang, gue nggak bisa peluk-peluk lo lagi, dong? Gue nggak bisa tidur sama lo lagi. Gue nggak bisa ke rumah lo setiap hari. Gue nggak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus, lo lebih milih cowok lo daripada gue. Terus, gue sendirian main PS di kamar. Nanti, gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue nggak mau Ta, gue nggak mau sendirian."
Gita terdiam, merasa seperti dirinya didorong dari jendela apartemen ke lantai dasar.
"Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf."

**********

Seperti yang ada di back cover, Maps bercerita seputar persahabatan antara Gellar dengan Gita. Mereka sudah bersahabat dari kecil, mulai dari keluarga mereka masih utuh sampai akhirnya mereka harus hidup sendiri tanpa keluarga. Eits, tapi maksudnya mereka nggak kerja sendiri ya. Mereka masih dapat fasilitas dari orang tuanya, cuma mereka hidup di rumah sendiri. Eh tapi bukan mereka sih, lebih tepatnya Gellar yang hanya tinggal dengan pengurus rumah tangga. Kalau Gita masih tinggal sama mamanya cuma jarang sekali Gita bertatap muka dengan mamanya.

Gita dan Gellar sering sekali tidur bareng dalam satu kamar dan satu ranjang, tapi mereka nggak ngapa-ngapain cuma tidur biasa. Mereka bergantian menginap di rumah masing-masing. Di mana ada Gellar pasti ada Gita, sebelum sebuah konflik datang. Masa lalu Gellar muncul kembali, yang membuat Gellar fokus mengejar masa lalu dan sedikit mengabaikan Gita. Padahal aslinya mereka berdua itu saling suka, tapi sama-sama masih belum mau mengakuinya.

***

Ini novel wattpad ketiga yang aku baca sekaligus yang aku dapat dari Kuis. Maps ini mampu membuatku merasakan perasaan yang campur aduk. Antara bingung, greget, sampai baper. Bingung pas di bagian awal, bagaimana sih alurnya. Karena di awal mungkin aku yang kurang konek bacanya, padahal pas sudah masuk pertengahan aku sudah bisa menikmati alurnya. Greget dengan sikap Gellar dan Gita yang masih kekanak-kanakan. Baper karena novel ini berhasil membuatku terus mengingat endingnya.

Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang ketiga. Alurnya maju-mundur, tapi di situlah yang membuat sebuah novel ini sangat menarik. Jujur saja, aku malah ingin terus menikmati perjalanan hidupnya Gita dan Gellar. Padahal novel ini termasuk novel tebal, tapi aku masih merasa kurang. Banyak tokoh-tokoh yang muncul di sekitar kehidupan mereka. Cerita ini juga berfokus pada cerita anak SMA, jadi novel ini menggunakan bahasa gaul untuk percakapannya.

Untuk kekurangannya hanya terletak pada beberapa typo yang aku temukan. Tapi itu sama sekali tidak mengganggu jalannya cerita, malah semakin membuatku enggan menaruh novel ini sebelum ending. Pas mau ending juga dibikin greget abis. Pokoknya novel ini bikin aku susah lupain ceritanya, setelah novel With Julian yang kemarin aku baca.

Aku kasih 4 bintang untuk novel ini. Dan aku rekomendasikan novel ini untuk dibaca anak SMA yang gaul :D